Tampilkan postingan dengan label cinematography. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinematography. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Tentang Script Breakdown


Sebelum masuk ke proses pengambilan gambar, terlebih dahulu harus mempersiapkan segala sesuatunya. Yang pertama adalah membuat script breakdown, yaitu menguraikan tiap adegan dalam skenario menjadi daftar yang berisi sejumlah informasi tentang segala hal yang dibutuhkan untuk pengambilan gambar.
Proses ini dilakukan agar bisa mengetahui rincian kebutuhan shooting termasuk biaya yang dibutuhkan serta pengaturan pada jadwal shooting.
Untuk membuat script breakdown yang dibutuhkan adalah script breakdown sheet yang berisi informasi tentang adegan yang ada pada film tersebut. Segala keperluan shooting untuk tiap adegan diuraikan dalam satu lembar breakdown sheet. Lembaran tersebut memuat informasi sebagai berikut :
Script Breakdown Sheet

Date :
Bagian ini dicantumkan tanggal saat script breakdown sheet diisi
Script Version Date :
Waktu yang dicantumkan adalah tanggal versi skenario yang dipakai untuk menyiapkan shooting.
Production Company :
Bagian yang mencantumkan nama dan nomor telepon dari production house yang memproduksi film tersebut.

Breakdown Page No. :
Nomor halaman dari lembar breakdown yang dibuat. Butir ini membantu mengontrol apakah telah menyelesaikan pengerjaan adegan demi adegan secara berurutan. Biasanya nomor halaman ini sama dengan nomor adegan.
Kecuali jika untuk satu adegan membutuhkan lebih dari satu lembar breakdown.
Title/No of Episodes :
Pada bagian ini dituliskan judul film yang diproduksi. Jika film tersebut merupakan suatu serial perlu dicantumkan juga nomor episodenya.
Page Count :
Bagian uraian tentang panjang atau porsi dari adegan dalam skenario. Biasakan membagi tiap halaman skenario menjadi 8 bagian. Jika adegan yang diuraikan hanya mempunyai panjang 2/8 halaman maka ditulis angka 2/8. Page Count sangat tergantung dari format penulisan skenario yang berdasarkan tingkat kerumitan sebuah adegan.
Sebuah skenario yang ditulis dengan format berbeda menghasilkan Page Count yang berbeda pula. Adegan sepanjang 2/8 halaman mungkin memerlukan waktu lebih lama dibanding dengan adegan lain dengan Page Count lebih besar jika melibatkan banyak orang atau ruangan yang sangat besar dengan pergerakan orang serta kamera yang rumit.
Page Count bukan sebuah ukuran mutlak untuk mengetahui seberapa lama sebuah adegan di shoot. Namun Page Count membantu dalam mengukur porsi dari masing-masing adegan dalam sebuah film.
Location or Set :
Dicantumkan lokasi sesuai dengan skenario, ini diperlukan untuk memudahkan identifikasi antara satu adegan dengan adegan lainnya. Yan gperlu diingat bisa saja lokasi shooting berubah sama sekali dengan apa yang direncanakan dalam skenario.
Scene No. :
Nomor adegan sesuai dengan yang tercantum dalam skenario.
Int/Ext :
Bagian ini menandakan dimana suatu adegan terjadi. Int. adalah untuk interior yang berarti dilakukan didalam suatu ruangan, sementara Ext. adalah untuk exterior yang artinya adegan diambil di luar ruangan.
Day/Night :
Bagian ini menandakan waktu adegan untuk siang hari (day) dan malam hari (night)
Description :
Penggambaran kejadian spesifik yang ada dalam adegan untuk mempermudah ingatan, dengan cara ini akan tidak membuang waktu dengan membolak balik skenario untuk mengingat apa yang terjadi dalam adegan.
Cast :
Pada bagian ini untuk menuliskan semua pemeran yang melakukan dialog (speaking parts) termasuk peran pendukung, semuanya diurutkan berdasar pentingnya peran.
Nomor ini tidak boleh berubah-ubah dikarenakan agar masing-masing porsi dalam peran berdasar skenario dapat diketahui dengan mudah.
Wardrobe :
Bagian khusus untuk mencatat kostum yang akan dikenakan oleh pemeran. Catatan ini diperlukan apabila ada kostum khusus dipakai oleh pemeran yang penyediaannya memerlukan biaya dan waktu khusus.
Extras/Atmosphere :
Bagian untuk mencantumkan jumlah orang-orang (crowd) yang dibutuhkan untuk mendukung suasana dalam sebuah adegan. Pencatatan ini termasuk juga jika crowd serupa terdapat pada adegan lainnya sehingga bisa dikelompokkan secara berkelanjutan (continuity)
Make Up/Hair Do :
Pencatatan khusus tentang tata rias dan tata rambut (hair do) untuk tiap peran dan crowd.
Extras/Silent Bits :
Yang termasuk dalam pencatatan ini adalah para pemeran tidak melakukan dialog yang tidak tergabung dalam crowd. Misalnya seorang tukang koran bersepeda yang kemudian melemparkan koran ke rumah pelanggannya.
Yang perlu dicatat adalah usia, penampilan fisik, tinggi badan, perawakan tubuh, dan lain sebagainya.
Stunts/Stand Ins :
Pencatatan untuk beberapa adegan yang memerlukan peran pengganti adegan berbahaya (stunt) atau pemeran pengganti dengan mempertahankan wajah pemeran utama (stand in). Penggunaan stunts dan stand in harus diperhitungkan dengan cerman agar mempermudahkan pelaksanaan shooting. Tentang kostum dan aksesoris misalnya, harus ditambah karena stunts dan stand in ini mengenakan tata busana yang serupa dengan yang dipakai oleh pemeran sesungguhnya.
Vehicles/Animals :
Pencatatan yang diperlukan apabila ada kendaraan yang nantinya tampak dalam gambar (frame), catatan tersebut meliputi segala informasi tentang kendaraan yang dupakai termasuk tahun, warna, jumlah, dan posisi kendaraan. Apabila dalam film itu membutuhkan hewan harus dipastikan tentang dibutuhkan atau tidak seorang pelatih/pawang hewan.
Props, Set Dressing, Greenery :
Ketiga hal tersebut merupakan bagian dari departemen artistik. Props adalah benda-benda yang dipakai oleh cast dan extras, set dressing merupakan tata lokasi (set) yang diatur dan dihias oleh set dresser, dan greenery adalah tanaman yang dipinjam, disewa, atau dibeli karena bukan bagian dari lokasi.
Sound Effects/Music :
Pencatatan kebutuhan untuk efek suara tertentu serta musik yang akan dipakai.
Security/Teachers :
Terkadang dibutuhkan tenaga keamanan untuk kelancaran shooting pada adegan atau lokasi tertentu. Teachers perlu dicatat juga pada bagian ini jika diperlukan pengajar untuk para pemeran disela-sela waktu shooting. yang meliputi melatih dialog (dialog coaches) atau melatih pemeran agar dapat melakukan serangkaian gerakan bela diri (fighting instructor)
Special Effects :
Pencantuman segala kebutuhan efek khusus seperti ledakan, penghancuran, pembakaran, tata rias khusus, dan lain sebagainya.

Estimated No. of Set Ups :

Pencatatan untuk memperkirakan sudut pengambilan gambar suatu adegan serta menentukan set up yang dibutuhkan.

Estimated Production Time :

Pencatatan tentang perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyiapkan set up dan perekaman gambar pada setiap set up. Termasuk pencatatan total waktu untuk semua set up.
Special Equipment :
Pencatatan kebutuhan peralatan khusus untuk shooting, misalnya steadycam, under water camera, car mounting, atau lensa tele.
Production Notes :
Pencatatan yang memuat semua keperluan yang belum disebutkan di bagian-bagian sebelumnya yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya khusus.
Misalnya dalam hal mempersiapkan efek ledakan yang butuh waktu sekitar 3 jam.
Script Breakdown

Jika dalam skenario film yang dibuat mempunyai 100 scene maka akan memiliki 100 lembar script breakdown sheet. Selanjutnya pindahkan informasi yang telah dicantumkan pada lembaran-lembaran script breakdown sheet ke dalam script breakdown.
Jumlah kolom informasi yang tertera pada script breakdown tidak sebanyak yang terdapat pada script breakdown sheet, karena itu untuk pencatatan informasi lainnya ada pada kolom notes.
Script breakdown diperbanyak kemudian dibagikan ke seluruh departemen agar semua tim bisa mengerti dengan baik apa yang harus dipersiapkan serta dikerjakan dalam produksi film tersebut. Pembagian kerja di setiap departemen mengacu pada segala hal yang tertera dalam script breakdown


SKENARIO


 
Skenario adalah design penyampaian cerita atau gagasan dengan media film. Skenario merupakan bentuk naskah dari sebuah film, maka apa yang tervisualisasikan dalam film pasti tertulis dalam skenario

Skenario menjadi penuturan dalam Media gambar dan Media Suara.

STRUKTUR BERTUTUR DRAMATIK
Untuk menuturkan cerita dramatik, sampai sekarang tidak terlepas dari penggunaan resep kuno yang mengharuskan penyampaiannya dalam tiga babak.

Babak I, berisikan penyiapan kondisi penonton.
Pada Babak ini ada yang menamakan sebagai “opening” dan sebagainya. Tugas rekayasa yang dilakukan oleh penulis skenario pada Babak ini adalah:
a.      membuat penonton secepatnya memfokuskan perhatian pada film
b.      Membuat penonton bersimpati pada protagonis
c.       Membuat penonton mengetahui apa masalah utama protagonis.

Pada Babak II, berlangsung cerita yang sebenarnya.
Didalam babak ini terdapat :
a.      Point of Attack, ketika protagonis mengambil keputusan untuk melawan masalahnya.
b.      Jalan cerita, yang menjadi pokok adalah kisah protagonis melawan problema utama sampai akhirnya mencapai tujuan atau sebaliknya, gagal. Dalam poin ini maka muncul PLOT/ alur cerita.
c.      Protagonis terseok-seok, dalam hal ini penulis skenario bisa menggambarkan perjuangan tokoh utama yang banyak mengalami rintangan dalam mencapai tujuan, salah satunya adalah munculnya antagonis.
d.      Klimaks, berikan resiko fatal pada masalah yang tidak teratasi oleh Protagonis.



Pada Babak III, disediakan bagi penonton untuk memantapkan pemahaman final dan menarik kesimpulan.


GAGASAN CERITA
Konsep Dasar
Agar pembuatan cerita dan skenario tidak terperosok dan keluar dari pokok pembicaraan, maka harus dilakukan dulu corat-coret konsep dasar mengenai:
a.      Tema, yang akan diceritakan
b.      Dasar Cerita, dari kisah yang mau difilmkan
c.      Isi cerita, Yang bisa disimpulkan dari dasar cerita.

Pada uraian dasar cerita hendaknya ringkas dan padat, sehingga sepintas nampak :
a.      Alur cerita dan problem utama
b.      Sub-sub PLOT penting
c.      Tokoh utama dan Tokoh-tokoh penting
d.      Motif-Motif Penting
e.      Key Selling poin cerita
f.      Klimaks dan Penyelesaian
g.      Isi Cerita

SINOPSIS
Bila film yang digarap adalah fiktif yang dimulai dari penemuan tema maka Sinopsis merupakan pengembangan dari Dasar Cerita. Sinopsis harus berisikan :
a.      Garis besar jalan cerita
b.      Tokoh Protagonis
c.      Tokoh Antagonis
d.      Tokoh penting penunjang PLOT Utama dan Sub PLOT Penting.
e.      Problem penting dan Problem pendukung cerita yang lain
f.      Motif utama dan motif pembantu Action yang lain
g.      Klimaks dan Penyelesaian
h.      Kesimpulan.


KERANGKA SKENARIO

Dari sinopsis yang ada dapat dijadikan kerangka skenario dengan tahapan :
1.     Catatan Adegan
Catatan Adegan biasanya ditulis diatas kertas seukuran kartu katalog 15 x 10 cm berisikan setiap adegan yang akan dituturkan
2.     Step Outline
Mengembangkan pokok-pokok informasi dari kartu (catatan Adegan) kebentuk Step Outline yaitu uraian ringkas menurut urutan sequence atau bab.
3.     Treatment
Merupakan kerangka lengkap dari sebuah skenario. Pengembangan Treatment mulai dari step outline yang sudah terangkum action pokok pelaku. Cara penyampaian harus sudah filmik.

DISKRIPSI SKENARIO

Penempatan diskripsi Suara dan Gambar terpisah.
Diskripsi gambar meliputi tokoh, set, prop dan cahaya
Diskripsi Suara meliputi dialog, sound Effect (SEX), ilustrasi musik

Scene dan sequence

Scene adalah peristiwa atau hal yang berlangsung di suatu tempat dan suatu waktu tertentu.
Didalam Scene terdapat :
EXT/INT : diluar atau didalam ruangan. Untuk menerangkan peristiwa atau hal yang terjadi dalam scene tersebut.
DISKRIPSI INFORMASI TEMPAT : memberitahukan lokasi dari scene tersebut.
INFORMASI WAKTU : penulisan waktu pada scene bisa pagi, siang, sore, atau malam.

Sequence adalah kumpulan scene yang merupakan satu kesatuan kejadian. Asrul Sani adalah salah seorang yang selalu mencantumkan Sequence dalam skenarionya.

Itulah gambaran penulisan skenario secara singkat, untuk lebih jelasnya kita bisa langsung praktek menulis skenario.






ESTABLISH SHOT

TILT DOWN. Suasana perkampungan kumuh. Berdiri rumah susun kotor ditengah-tengah perkampungan.

FADE OUT

BLACK SCREEN

OS. Gemuruh angin dan halilintar

FADE IN

27. INT.KAMAR RINA-SIANG HARI
FROG EYE. Rina berjalan kearah jendela kamarnya. Membawa pisau ditangan kirinya. Matanya sembab karena bangun tidur.

Ilustrasi Music

OS. Suara air hujan bergemericik

                                                Rina (VO)
          (membuka jendela,menengadah melihat kearah langit)
                             Hujan…. Sama dengan hari itu….

FLASHBACK :27.A. EXT.JALAN RAYA-SIANG HARI

OS. Suara air hujan bergemiricik

POV. Rita berjalan pelan ketengah jalan raya tempat terjadinya kecelakaan. Banyak orang sudah mulai mendatangi korban kecelakaan itu.
OS. Rita mulai menangis melihat Rino tergeletak di tengah jalan raya dengan tubuh penuh darah.

                                                Rita
                                      (memeluk Rino)
jangan… jangan sekarang… jangan tinggalin aku sekarang…

CUT AND BACK TO 27

MEDIUM CLOSE UP. Rina melihat pisau ditangan kirinya. Kemudian melihat pergelangan tangan kanannya. Rina melihat lagi kearah langit. Rina berjalan kembali kearah meja yanag berada tak jauh dari jendela

Ilustrasi Music

OS. Suara air hujan bergemericik

                                                Rina
                                      (mengambil mangga diatas meja)
Siapa juga yang mau mati sekarang… makan mangga khan lebih enak…
                                      (mengupas mangga dan memakannya)
                   eh…JEMURAN…!!!

Rina berlari ke loteng

DISSOLVE TO

28. EXT-DEPAN PINTU KAMAR. SIANG HARI
Rina turun dari loteng membawa pakaian yang setengah basah dengan tangan kirinya. Baju Rina terlihat basah terkena air hujan.

SEX. Dering HP.

Rina berhenti tepat didepan pintu kamarnya.

                                                Rina
                                      (mengambil HP disaku celana)
                   Hallo….

                                                OS. Jemmy
Hei Rina. Ini Jemmy… Mau ngingetin aja, ntar malem jadi khan???

                                                Rina
                                      (tersenyum)
                   Okey jam 7 yach, sekarang kamu dimana sayang??

                                                OS. Jemmy
                                      (suara gugup)
Emmm… emmm… lagi di warnet nih cari bahan tugas…

                                                Rina
                   Okey dech kalo gitu…

INSERT : 28.A. INT.KAMAR HOTEL-SIANG HARI
Jemmy bertelanjang dada dipeluk seorang wanita yang tertidur lelap dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya.

                                                Jemmy
                                      (melihat kearah gadis disampingnya)
                   Sampai nanti malem sayang, I love you…


                                                Rina (VO)
                   I love you too…

                                                CUT AND BACK TO 28

Rina menutup percakapan di HPnya. Memasukkan HP ke sakunya. Rina membuka pintu kamarnya dan masuk kekamarnya